Gerakan Mencari Amnesia

Sebenarnya, kalau gue boleh menista satu hal yang paling gue benci; hal itu adalah lari dari masalah. Menurut  gue, orang yang lari dari masalah sama dengan pengecut. Sama dengan cecurut, dia takut.

Tapi ternyata, tidak sesederhana itu. Ada lebih dari sekedar pertimbangan kilat soal lari dari masalah karena tidak semua masalah punya jalan keluar yang instan. Butuh lebih dari otak yang cerdas dan pribadi yang karismatik untuk menyelesaikan masalah yang luarbiasa pelik dan nggak mudah diselesaikan.

Menjadi amnesia.

Sebenarnya menjadi amnesia baru terpikir setelah gue mendengarkan satu album Tika and the Dissidents yang baru, The Headless Songstress. Menurut gue, album ini begitu catchy sekaligus noir.

Tapi, hari ini gue nggak mau bikin resensi tentang The Headless Songstress. Gue mau membahas gerakan mencari amnesia. Kenapa sih semua orang harus melupakan masa lalu kelam mereka untuk melangkah menuju masa depan yang katanya cerah, padahal kan mereka bisa aja melangkah dan tetap mengingat masa lalu mereka. Masa lalu justru bisa menjadi pegangan mereka menghadapi masalah di masa depan. Ya kan?

Lalu gue tanya diri gue sendiri. Apa yang gue lakukan setelah melewati sesuatu yang anjis najis banget?

Gue juga pernah minta amnesia. Hahahhaa…

Gue minta amnesia semata-mata karena gue nggak kuat nginget masa-masa yang lalu sambil sadar kalo kenyataannya itu cuman masa lalu. Gue nggak tau apa yang akan gue hadepin di depan, gue terus-menerus takut masa itu adalah masa-masa terbaik yang nggak mungkin gue alamin lagi.

Ternyata gue salah. Hal baik akan datang, dengan caranya sendiri, dengan bentuknya sendiri. Pelan, tapi pasti. Makanya, mulai hari ini gue berhenti mencari amnesia. Buat apa? Gue nggak nyesel bilang apa yang pernah gue bilang samalo. Gue juga nggak nyesel sama apapun yang pernah gue lewatin. Karena itu yang bisa membentuk gue di masa depan.

Advertisement

One Response

  1. ya… masa lalu itu kadang kejam. sama seperti waktu. ga kenal kompromi.

    hidup dengan bayang2 masa lalu di tengah waktu yang begitu kejam (yang ga kenal kompromi apalagi mau dengan senang hati buat balik ke masa lalu) kadang ngebuat otak kita ga punya pilihan selain meminta amnesia…..

    pengecutkah??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.